SUNSET
INDUSTRI
TENGGELAMNYA
INDUSTRI RITEL 7 ELEVEN & MATAHARI DEPARTMENT STORE
DISUSUN
OLEH :
KELOMPOK
2
DAFFA
PUTERA (20171111047)
DIMAS
ADITYA (20171111064)
MIRAYATI
G PIETER (20171111044)
YUGA
RAHMATAN (20171111073)
INDONESIA
BANKING SCHOOL
KATA
PENGANTAR
Puji
syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan yang maha esa, karena rahmat-Nya kelompok
kami dapat menyelesaikan makalah ini dengan baik dan tepat waktu.
Kami
juga berterimakasih kepada teman- teman kelompok dua yang sudah membantu dan
memberikan ide- ide dalam penyusunan makalah ini.
Kami
sadar makalah ini masih terdapat banyak kekurangan, namun kami berharap makalah
ini dapat menambah pengetahuan bagi pembaca. Serta kami juga mengharapkan
kritik dan saran yang membangun demi terciptanya makalah yang lebih baik
kedepannya.
Jakarta, 03 mei
2019
DAFTAR ISI
COVER ………………………………………………………………………………
KATA PENGANTAR………………………………………………………………..
DAFTAR ISI…………………………………………………………………………
ABSTRAK…………………………………………………………………………...
BAB
I PENDAHULUAN
Latar belakang
masalah….……..…………………………………………………….
Rumusan masalah…………………………………………………………………….
Tujuan ………………………………………………………………………………..
BAB
II LANDASAN TEORI
Pengertian industri……………………………………………………………………
Pengertian industri ritel………………………………………………………………
Tujuan dan fungsi industri ritel………………………………………………………
Dampak revolusi industri 4.0 terhadap
industri ritel…………………………………
Pengertian sunset
industri…………………………………………………………….
Ciri- ciri sunset industri………………………………………………………………
Faktor- faktor penyebab sunset
industri………………………………………………
BAB
III PEMBAHASAN
Profil perusahaan
7-Eleven……………………………………………………………
Tenggelamnya perusahaan ritel
7-Eleven……………………………………………..
Profil perusahaan Matahari Dept
Store………………………………………………..
Tenggelamnya perusahaan ritel Marahari
Dept Store…………………………………
Analisa
kelompok……………………………………………………………………...
BAB
IV PENUTUP
Kesimpulan…………………………………………………………………………….
Daftar
pustaka………………………………………………………………………….
ABSTRAK
Sunset Industry is an industry that has
experienced a setback after passing the heyday of the industry. Sunset industry
today is something that is highly sought after by every industry, both domestic
and foreign industries. At present many countries are making policies to
protect industries within the country so that they do not experience a sunset
industry. Industrial Sunset often occurs because the industry does not innovate
to compete in the current industrial competition.
In today's modern era, innovation is needed in
an industry to maintain the existence of the industry. Innovation is something
that must be owned and maintained by an industry because it can help the
industry while experiencing a sunset.
7 Eleven and Matahari department stores are
examples of retail stores that are experiencing a sunset. 7Eleven is a retail
store that used to be the favorite in Indonesia. At that time 7Eleven had quite
a lot of branches and spread almost in all major cities in Indonesia. 7Eleven
is a retail store that sells daily necessities. Until 2016, 7Eleven closed all
retail store outlets throughout Indonesia because they suffered such huge
losses.
Matahari department store experienced almost
the same as 7Eleven, but the sun still opened its retail store outlets to date,
but the sun has closed its two large retail stores, namely in Pasaraya Blok M
and Pasaraya Manggarai. Matahari is unable to compete with online retail
stores. Matahari had made innovations but could not compete with online
retailing.
7 Eleven and Matahari have almost the same
problem, namely about innovation and competition in a very tight industry.
People today prefer online shopping compared to retail store outlets.
BAB
I
PENDAHULUAN
1. LATAR BELAKANG
Sunset
Industri merupakan industri yang telah mengalami kemunduran setelah melewati
masa kejayaan industri tersebut. Sunset industri saat ini merupakan hal yang
sangat ditakuit oleh setiap industri baik industri dalam negeri maupun luar
negeri. Saat ini banyak negara yang membuat kebijakan untuk melindungi industri
didalam negara tersebut agar tidak mengalami sunset industri. Sunset industri
banyak terjadi karena industri tidak melakukan inovasi untuk bersaing didalam
persaingan industri pada saat ini.
Pada zaman modern saat ini, inovasi
sangat dibutuhkan dalam sebuah industri untuk menjaga eksistensi industri
tersebut. Inovasi merupakan hal yang harus dimiliki dan dijaga oleh sebuah
industri karena hal tersebut yang dapat membantu industri saat sedang mengalami
sunset.
Salah
satu industri besar yang ada di Indonesia adalah industri ritel. Industri ritel diperkirakan tumbuh
10% pada tahun ini dibandingkan dengan tahun lalu. Jika pertumbuhan dua digit
itu terealisasi maka menjadi yang pertamakalinya sejak tiga tahun
silam. Namun walaupun industri ritel sedang mengalami kemajuan namun ada
beberapa perusahaan yang mengalami sunset.
Perusahaan-perusahaan
yang mengalami sunset tersebut adalah 7-Eleven dan Matahari Dept Store. Kelompok
kami memilih 2 perusahaan ini karena kedua perusahaan tersebut telah mengalami
sunset.
II. Rumusan masalah
1. Apa pengertian industri?
2. Apa pengertian industri ritel?
3. Apa tujuan dan fumgsi industrri ritel?
4. Apa saja jenis- jenis industri ritel?
5. Apakah industri ritel akan terdampak revolusi
industri 4.0?
6. Apa pengertian sunset industri?
7. Apa saja ciri-ciri sunset industri?
8. Penyebab terjadinya sunset industri?
9. Apa penyebab bangkrutnya perusahaan 7-Eleven?
10. Apa penyebab bangkrutnya perusahaan Matahari
Dept Store?
III. Tujuan
1. Memberikan pengertian industri
2. Menjelaskan apa pengertian dari industri ritel
3. Menjelaskan tujuan dan fungsi dari industri
ritel
4. Menjelaskan apa saja jenis- jenis industri
ritel
5. Memberi tahu apakah industri ritel terdampak
revolusi industri 4.0
6. Memberikan pengertian tentang sunset industri
7. Memberi tahu apa saja ciri-ciri sunset industri
8. Memberi tahu apa saja penyebab sunset industri
9. Memberi tahu apa saja penyebab bangkrutnya
perusahaan 7-Eleven
10. Memberi tahu apa saja penyebab bangkrutnya
perusahaan Matahari Dept Store
BAB II
LANDASAN TEORI
Pengertian
industri
Menurut UU No. 3 Tahun 2014, Pengertian Industri
adalah seluruh bentuk dari kegiatan ekonomi yang mengelolah bahan baku dan atau
memanfaatkan sumber daya industri, sehingga dapat menghasilkan barang yang
memiliki nilai tambah atau manfaat yang lebih tinggi, termasuk juga jasa
industri.
Dari definisi industri
yang diungkapkan di atas, maka dapat disimpulkan bahwa Pengertian Industri
adalah suatu usaha atau kegiatan pengelolaan
bahan mentah atau barang setengah jadi menjadi barang jadi yang memiliki nilai
tambah guna mendapatkan keuntungan. Usaha perakitan atau assembling dan juga
reparasi merupakan bagian dari industri. Hasil dari industri ini tidak hanya
berupa barang, akan tetapi juga dalam bentuk jasa.
Pengertian
industri ritel
Pengecer atau penjualan
eceran atau dikenal dengan istilah ritel adalah kegiatan bisnis perdagangan
(penjualan barang atau jasa) yang langsung disalurkan kepada konsumen akhir
untuk digunakan sebagai kebutuhan pribadi, keluarga atau keperluan rumah tangga
bukan untuk dijual kembali. Pengecer merupakan perantara dalam sistem saluran
pemasaran, dimana pengecer mendapatkan barang dari produsen dan atau pedagang
besar yang kemudian menjualnya kepada konsumen akhir.
Tujuan dan Fungsi Penjualan Eceran (Ritel)
Perdagangan
eceran melakukan aktivitas pengemasan menjadi bagian yang lebih kecil,
menyimpan persediaan, menyediakan jasa agar pelanggan dapat memperoleh barang
dengan mudah. Tujuan penjualan eceran (ritel) antara lain adalah sebagai
berikut (Weits dkk, 2007:4):
- Menciptakan tersedianya pilihan akan kombinasi sesuai dengan yang diinginkan oleh konsumen.
- Memberikan penawaran produk dan jasa pelayanan dalam unit yang cukup kecil sehingga memungkinkan para konsumen memenuhi kebutuhannya.
- Menyediakan pertukaran nilai tambah dari produk (ready exchange of value).
- Mengadakan transaksi dengan para konsumen-nya.
Sedangkan
menurut Sudjana (2005:117), terdapat empat tujuan perdagangan eceran atau
retail, yaitu sebagai berikut:
- Perantara antara distributor dengan konsumen akhir.
- Penghimpunan berbagai kategori jenis barang yang menjadi kebutuhan konsumen.
- Tempat rujukan untuk mendapatkan barang yang dibutuhkan konsumen.
- Penentu eksistensi barang dari manufaktur di pasar konsumen.
Adapun fungsi perdagangan eceran atau
ritel menurut Utami (2008:8-9) adalah sebagai berikut:
- Menyediakan berbagai jenis produk dan jasa. Konsumen selalu mempunyai pilihan sendiri terhadap berbagai jenis produk dan jasa. Untuk itu, dalam fungsinya sebagai peritel, mereka berusaha menyediakan beraneka ragam produk dan jasa yang dibutuhkan konsumen.
- Memecah (breaking bulk). Memecah (breaking bulk) di sini berarti memecah beberapa ukuran produk menjadi lebih kecil, yang akhirnya menguntungkan produsen dan konsumen.
- Penyimpan persediaan. Fungsi utama ritel adalah mempertahankan persediaan yang sudah ada, sehingga produk akan selalu tersedia saat konsumen menginginkannya.
- Penyedia jasa. Dengan adanya ritel, maka konsumen akan mendapat kemudahan dalam mengkonsumsi produk-produk yang dihasilkan produsen.
- Meningkatkan nilai produk dan jasa. Dengan adanya beberapa jenis barang atau jasa, maka untuk suatu aktivitas pelanggan dapat ditingkatkan manfaat yang diperoleh oleh pelanggan dari nilai yang diperoleh dari produk/jasa tersebut
Jenis-jenis Penjualan Eceran (Ritel)
Pedangan
eceran yang memiliki toko atau disebut pengecer toko (Store Retailers), dibagi
menjadi beberapa jenis, antara lain sebagai berikut (Kotler dan Armstrong,
2003:216):
- Toko Barang Khusus (Specialty Store). Lini produk yang sempit dengan keragaman yang dalam. Toko pakaian adalah toko lini tunggal; toko pakaian pria adalah toko lini terbatas; dan toko kemeja pesanan pria adalah toko yang sangat khusus.
- Toko Serba Ada (Departement Store). Beberapa lini produk, biasanya pakaian, perlengkapan rumah dan barang kebutuhan keluarga dengan masing-masing lini yang ditempatkan sebagai bagian tersendiri yang dikelola pembeli khusus atau pedagang khusus.
- Pasar Swalayan (Supermarket). Usaha yang relatif besar, berbiaya rendah, bermarjin rendah, bervolume tinggi, swalayan yang dirancang untuk melayani semua kebutuhan untuk makanan, sarana mencuci, dan produk-produk keluarga.
- Toko Kenyamanan (Convenience Store). Toko yang relatif kecil dan terletak dekat daerah pemukiman, menjual lini terbatas produk-produk kenyamanan dengan tingkat perputaran yang tinggi dan harga yang sedikit lebih tinggi.
- Toko Diskon (Discount Store). Barang dagangan standar yang dijual dengan harga yang lebih murah, dengan marjin yang lebih rendah dan volume yang lebih tinggi.
- Pengecer Potongan Harga (Off-Price Retailer). Barang dagangan yang dibeli di bawah harga pedagang besar biasa dan dijual di bawah harga eceran.
- Gerai Pabrik (Factory Outlet). Dimiliki dan dijalankan produsen dan biasanya menjual barang-barang yang berlebihan, tidak diproduksi lagi, atau tidak biasa.
- Pengecer potongan harga independen (Independent off-price retailer). Dimiliki dan dijalankan pengusaha atau divisi perusahaan eceran yang lebih besar.
- Klub gudang atau klub pedagang besar (warehouse clubs atau wholesale clubs). Menjual pilihan terbatas jenis produk kebutuhan pokok, perlengkapan rumah tangga, pakaian bermerek dan berbagai jenis barang lain dengan diskon yang sangat besar bagi anggota-anggota yang membayar iuran keanggotaan tahunan.
- Toko Besar (Superstore). Ruang penjualan sekitar 35.000 kaki persegi yang ditujukan untuk memenuhi seluruh kebutuhan konsumen untuk jenis produk makanan dan non-makanan yang dibeli rutin.
- Toko Kombinasi (Combination stores). Toko gabungan makanan dan obat yang memiliki ruang penjualan rata-rata 55.000 kaki persegi.
- Hiperpasar (Hypermarkets). Berkisar antara 80.000 hingga 220.000 kaki persegi dan menggabungkan pasar swalayan, toko diskon, dan eceran gudang.
- Ruang Pameran Katalog. Pilihan yang sangat banyak barang-barang berharga tinggi, mengalami perputaran cepat, dan bermerek dengan harga diskon.
Dampak
revolusi indusrti 4.0 bagi industri ritel
Gelombang revolusi
industri 4.0 membawa dampak besar bagi industri ritel di Indonesia, salah
satunya soal masalah pemutusan hubungan kerja (phk).
perubahan konsumsi dan belanja masyarakat
yang mengandalkan e-commerce juga memberikan dampak terhadap industri
ritel. Merespons tren tersebut, bisnis ritel akan tetap membuka gerai, salah
satunya dengan cara mengefisienkan ruang di tiap gerai yang disesuaikan dengan
jumlah pegawai. Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said
Iqbal mengatakan, mulai 2019 industri ritel terancam terkena dampak terjangan
revolusi industri 4.0 yang mengakibatkan PHK secara masif.
Pengertian sunset industri
Sunset
Industri merupakan industri yang telah mengalami kemunduran setelah melewati
masa kejayaan industri tersebut. Sunset industri saat ini merupakan hal yang
sangat ditakuit oleh setiap industri baik industri dalam negeri maupun luar
negeri. Saat ini banyak negara yang membuat kebijakan untuk melindungi industri
didalam negara tersebut agar tidak mengalami sunset industri. Sunset industri
banyak terjadi karena industri tidak melakukan inovasi untuk bersaing didalam
persaingan industri pada saat ini.
13
Ciri-Ciri sunset industri
1. Perusahaan
Terlihat Kesulitan
Biasanya ada beberapa jenis perusahaan yang
menyatakan kesulitan dan kesusahannya secara gamblang dan terang-terangan.
Kesusahan dan kesulitan yang dialami oleh perusahaan ini akan berdampak kepada
pemangkasan dan pemotongan biaya sekaligus gaji para karyawan. Bahkan tanda-tanda
tidak langsung akan kesulitan yang dialami beberapa perusahaan besar akan
terlihat dengan adanya kabar dan isu dan bahkan menurunya harga saham mereka
yang menjadi dampak dari semua hal tersebut. Jika beberapa tanda ini telah
terlihat, maka sebaiknya mencari berbagai alternatif jalan keluar agar tidak
meluas permasalahan dan kesulitan bisa teratasi.
2. Penurunan
Proses Industri
Sebuah perusahaan akan selalu mengalami
sebuah masalah atau kendala yang akan menghabat usaha mereka. Karena ada saja
metode atau pesaing baru yang akan mengalahkan pesona mereka tentunya. Namun,
sebuah perusahaan yang baik akan tetap bertahan dan mencari solusi atas segala
permasalahan mereka. Dan cici-ciri perusahaan akan bangkrut lainnya adalah
adanya penurunan jumlah dari sektor produksi. Bahkan kegagalan tersebut akan
bertambah parah ketika pihak manajemen telah ikut menyarankan bahwa kondisi
akan segera stabil dan membaik. Karena biasanya hal ini membuktikan mereka
sedang berusa meyakinkan agar usaha dapat berkembang dengan baik.
3. Menggunakan
Jasa Konsultan
Cici-ciri lain yang bisa menyeret kesimpulan
bahwa sebuah perusahaan akan mengalami kebangkrutan adalah dengan adanya
bantuan dari ahli efisiensi dan konsultan management. Ini menandakan bahwa
pihak perusahaan memang membutuhkan sebuah bantuan agar perusahaan tersebut
dapat berjalan dengan lancar. Mulailah mengalami kekhawatiran ketika pihak
konsultan mulai menanai beberapa pertanyaan penting. Ini merupakan sebuah
proses dimana mereka sedang mencari letak kesalahan dan menemukan jalan keluar.
4. Adanya
Rekrutasi Secara Mendadak
Biasanya perusahaan yang terancam bangkrut
akan melakukan rekrutasi secara besar-besaran dan mendadak. Akan ada pimpinan
baru yang akan menghandle setiap aktifitas penting di dalam industri tersebut. Karena
pergantian atau rekrutasi secara mendadak adalah langkah awal antisipasi piha
manajemen daam mempertahankan perusahaan dari berbagai kendala atau sebuah
keadaan terburuk yaitu kebangkrutan.
5. Pengurangan
Karyawan Untuk Alih Daya
Hal lain yang biasanya di lakukan sebuah
perusahaan yang terancam bangkrut adalah dengan cara memberhentikan atau memPHK
karyawan mereka guna menghemat pengeluaran biaya. Biasanya karyawan yang rentan
akan pemecatan sebelah pihak ini adalah para karyawan senior yang memiliki gaji
relatif lebih tinggi dari para karyawan biasa. Hal ini bisa menyeimbangan
kondisi keuangan perusahaan dan menjadi alternatif cara bangkit dari kebangkrutan usaha.
6. Penurunan
Ukuran Kantor
Pernahkan anda mengalami fenomena dimana
sebuah perusahaan melakukan pemindahan tempat kerja yang jauh lebih minimalis
daripada kantor lama mereka? Ya, ini adalah satau ciri-cii dimana perusahaan
tersebut sedang terkendalam dalam masalah financial. Boleh jadi mereka sedang
benar-benar mengalami kesusahan hinga sangat terpaksa untuk melakukan
pemindahan kantor demi pemangkasan sebuah biaya dan menstabilkan kembali
keuangan paerusahaan.
7. Adanya
Pembelian atau Take Over Pihak Lain
Untuk mengurangi kompetisi, biasanya beberapa
perusahan maju dan besar akan membeli sejumlah perusahaan kecil lainnya, dengan
tujuan utama untuk mengurangi jumlah kompetitor. Perusahaan yang telah di beli
tentunya tidak lagi bisa bersaing dan menjadi kompetitor berbobot. Sayangnya
semua manajemen baru kerap kali elakukan kegiatan dan standarisasi pengeluaran
yang berbeda dengan manajemen perusahaan sebelumnya.
8. Pemotongan
Biaya Secara Dadakan
Biasanya pihak perusahaan yang sedang
mengalami kesulitan financial akan memotong sebisa mungkin semua anggaran yang
dianggap tidak perlu atau tidak dibutuhkan. Jika semua biaya seperti biaya
lembur, biaya akan siang, biaya jalan-jalan dan bahkan beberapa biaya penting
seperti anggaran gaji terpotong maka ini merupakan salah sau tanda jelas ketika
sebuah perusahaan mengalami kebangkrutan.
9. Banyak
Masalah Terbengkalai
Ketika perusahaan mengalami kegagalan dalam
keuangan maka banyak hal yang akan menjadi kendala. Salah satu tanda paling
nyata adalah adanya beragam masalah yang tiba-tiba tidak bisa di selesaikan
atau mengalami penundaan keputusan. Pihak atasan dan manajemen perusahaan yang
gagal akan lebih sulit memutuskan berbagai persoalan penting. Bahkan tak jarang
banyak proyek-proyek besar dan penting yang mengalami kesulitan hingga di
batalkan.
10. Penurunan
Cash Flow
Adanya tingkat penjualan yang rendah akan
mempengaruhi masalah cash flow. Biasanya penjualan akan mengalami penurunan
hingga perusahan memiliki masalah financial hingga tak sanggup lagi menyaingi
kompetitor dan pihak perusahaan akan benar-benar mengalami kesulitan dalam
mengelola keuangan mereka. Bahkan biaya produksi akan sangat sulit tertutupi oleh
angka penjualan.
11. Pinjaman
Pihak Ketiga Yang Sangat Besar
Dampak dari penurunan cash flow sebuah
perusahaan akan menyebabkan mereka melakukan peminjaman pada pihak ketiga
dengan angka yang relatif besar. Ini dilakukan sebagai upa menstabilkan kembali
kondisi perusahaan yang sedang terancam dan berusaha memperbaikinya. Hanya
saja, tak jarang pihak manajemen perusahaan kembali kewalahan dalam angsuran
bunga yang tak kecil.
12. Penjualan
Beragam Aset Penting
Aset merupakan benda berharga yang dimiliki
oleh perusahaan. Namun, ketika terancam bangkrut maka tak jarang keputusan
dalam menjal aset tersebut adalah jalan keluar lain yang dilakukan pihak
perusahaan untuk mencoba mempertahankan kelangsungan industri mereka. Ini
biasanya di lakukan demi menstabilkan keuangan atau bahkan untuk biaya pemayaran
hutang di pihak ketiga.
13. Mundurnya
Para petinggi Perusahaan
Biasanya para petinggi dan memiliki perananan
penting dalam perkembangan sebuah perusahaan. Jadi jika mereka sudah mundur
boleh jadi ini sebuah pertanda dimana kebangkrutan akan segera terlaksana.
Apalagi jika mereka mundur secara massal dan tidak lagi membantu daam perkembangan
perusahaan tersebut
10 Faktor Penyebab terjadinya sunset industri
1. Rencana bisnis kurang matang
Dalam membangun perusahaan, Anda
harus membuat rencana bisnis yang matang. Sebab perencanaan bisnis kurang
memadai akan membuat eksekusi menjadi buruk.Namun dengan adanya rencana yang
baik, kegiatan operasional dapat berjalan lebih lancar dan teratur. Sehingga
bisnis pun bisa berkembang dan mencapai tujuannya secara tepat.
2.
Strategi kurang efektif
Kesalahan dalam strategi pemasaran
akan membuat perusahan sulit mencapai target. Seperti riset pasar yang tidak
tepat, harga yang terlalu mahal, iklan promosi yang kurang menarik, dan
lain-lain.Maka dari itu, Anda harus berhati-hati dalam menyiapkan dan
menjalankan strategi pemasaran. Jika Anda kurang paham, Anda bisa menggunakan
jasa konsultan pemasaran untuk mendapatkan bantuan.
3.
Tidak memahami kebutuhan konsumen
Perilaku konsumen terus berubah-ubah
seiring berjalannya waktu. Kebutuhan konsumen pada tahun ini belum tentu sama
pada tahun depan.Jika Anda sampai gagal memahami apa yang diinginkan konsumen,
produk atau layanan yang Anda tawarkan akan sia-sia dan tidak diterima oleh
target pasar. Akibatnya, tingkat penjualan pun akan terus merosot.
4.
Tidak melakukan inovasi
Perubahan zaman terjadi begitu cepat
karena hadirnya internet dan perkembangan teknologi yang semakin modern.
Makanya, Anda perlu beradaptasi dengan melakukan inovasi.Namun, jika Anda tidak
berani atau lambat berinovasi, perusahaan Anda akan ketinggalan. Produk dan
layanan Anda menjadi kurang relevan dan sesuai dengan kebutuhan pasar.
5.
Tidak mampu menyaingi competitor
Persaingan bisnis semakin hari
semakin ketat. Pesaing Anda akan terus bertambah dan membuat Anda semakin
kesulitan untuk merebut pasar.Jika Anda tidak mampu bersaing, perusahaan akan
merugi karena banyak konsumen yang beralih kepada kompetitor. Akhirnya, cepat
atau lambat, perusahaan Anda tidak akan mampu lagi bertahan.
6.
Terburu-buru dalam mengembangkan
bisnis
Memang Anda perlu mengembangkan
bisnis supaya perusahaan Anda semakin maju. Misalnya, membuka cabang bisnis
yang baru atau menambah produk yang baru.Namun, Anda perlu merencanakannya
dengan tepat dan penuh pertimbangan. Sebab jika Anda terlalu terburu-buru
disaat perusahaan belum siap, yang terjadi malah Anda akan kelabakan dalam
mengelola semuanya.
7.
Manajemen keuangan yang buruk
Keuangan merupakan urusan yang
sangat krusial yang harus diperhatikan dengan serius. Jika tidak, perusahaan
akan mengalami ketidakstabilan modal dan hutang piutang yang terlalu
besar.Akibatnya, keuntungan semakin minim, bahkan mengalami kerugian secara
terus-menerus. Dalam jangka panjang, perusahaan pun bisa pailit dan menutup
bisnisnya selamanya.
8.
SDM yang kurang berkualitas
Hati-hati dalam mempekerjakan
karyawan karena SDM yang buruk dapat membuat perusahaan bangkrut. Makanya, Anda
harus selektif dalam memilih orang-orang yang bekerja di perusahaan
Anda.Pastikan Anda membentuk tim yang dapat diandalkan dalam menyelesaikan
semua pekerjaan secara profesional. Sehingga performa bisnis Anda bisa selalu
maksimal.
9.
Kepemimpinan yang salah
Perusahaan bangkrut bisa saja
disebabkan oleh kepemimpinan yang salah. Mungkin karena Anda sendiri selaku
pemilik perusahan yang tidak pandai dalam memimpin tim Anda.Maka dari itu,
teruslah melatih kemampuan kepemimpinan Anda. Jadilah pemimpin yang bijaksana
dalam mengambil sikap dan memperlakukan tim Anda di kantor.
10.
Kondisi ekonomi global yang tidak
stabil
Kondisi
perekonomian dunia yang sedang tidak stabil dapat menyebabkan penurunan ekonomi
di Indonesia. Akibatnya, daya beli masyarakat ikut menurun, karena konsumen
cenderung menghemat uangnya.Dampaknya, pemasukan perusahaan tentu juga menurun.
Jika terjadi dalam waktu yang lama, bisa saja membuat Anda terpaksa untuk
menutup perusahaan Anda.
BAB III
PEMBAHASAN
Profil perusahaan 7-Eleven
Gerai 7-Eleven (Sevel) telah hadir di Jakarta
sejak tahun 2009 lalu. Waralaba yang berbasis di Dallas, Texas, Amerika Serikat
itu dikelola oleh PT Modern Putra Indonesia (MPRI).Di tahun 2009 7-Eleven baru
memiliki gerai 1 unit. Kemudian bertambah cukup signifikan di tahun 2010
menjadi 21 unit. Di tahun 2011, jumlah gerai kembali bertambah menjadi 57 unit
dan naik lagi di tahun 2012 menjadi 117 unit. Di tahun 2013, gerai 7-Eleven
kembali bertambah menjadi 150 unit. Bahkan 7-Eleven membuka gerai di sejumlah
pusat bisnis dan stasiun. Puncaknya terjadi di tahun 2014 di mana 7-Eleven
memiliki 190 unit.
Tenggelamnya perusahaan ritel 7Eleven
Pada tahun 2015 jumlah gerai yang dimiliki 7-Eleven susut 2
unit menjadi 188 unit. Hal tersebut berlanjut di tahun 2016 lalu, jumlah gerai
7-Eleven kembali susut menjadi 175 unit.
Pada tahun
2015 juga pemerintah melarang penjualan minuman beralkohol melalui Peraturan
Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 6 tahun 2015 tentang Pengendalian dan
Pengawasan Terhadap Pengadaan, Peredaran, dan Penjualan Minuman Beralkohol.
Susutnya jumlah gerai 7-Eleven mempengaruhi kinerja induk
perusahaan 7-Eleven, PT Modern International Tbk (MDRN). Di kuartal III-2016,
penjualan MDRN anjlok 31 persen dari Rp 962,80 miliar menjadi Rp 660,67 miliar.
Sementara
itu di sepanjang tahun lalu, perseroan juga mengalami kerugian Rp 162,02
miliar. Padahal di tahun 2015, MDRN memperoleh laba Rp 11,77 miliar. Nilai
ekuitas perusahaan juga turun dari Rp 1,2 triliun menjadi Rp 1,1 triliun.
Begitu juga nilai aset turun dari Rp 2,4 triliun menjadi Rp 2,3 triliun.
Profil perusahaan Matahari Department Store
Sedangkan PT Matahari Department Store Tbk
(“Matahari” atau “Perseroan”) memiliki sejarah yang panjang dalam dunia ritel
Indonesia. Memulai perjalanan pada tanggal 24 Oktober 1958 dengan membuka gerai
pertamanya berupa toko fashion anak-anak di daerah Pasar Baru Jakarta, Matahari
melangkah maju dengan membuka department store modern pertama di Indonesia pada
tahun 1972. Sejak itu Matahari telah menjadikan dirinya sebagai merek asli
nasional.
Sampai saat ini mengoperasikan 155 gerai yang tersebar di 74 kota di
seluruh Indonesia, dengan luas ruang hampir satu juta meter persegi dan telah
mengembangkan kehadirannya dalam dunia online melalui MatahariStore.com.
Dengan
perjalanan usaha yang telah dibangun selama 60 tahun, Matahari senantiasa
menyediakan pilihan fashion dengan trend terkini untuk kategori pakaian dan
mode, serta produk-produk kecantikan dan barang-barang keperluan rumah tangga
lainnya yang ditampilkan dalam gerai modern serta Matahari.com. Matahari sangat
bangga atas dukungannya terhadap perekonomian Indonesia dengan mempekerjakan
lebih dari 40.000 karyawan dan berpartner dengan sekitar 850 pemasok lokal
serta pemasok
internasional.
internasional.
Menyadari potensi perdagangan elektronik / e-commerce untuk
memperluas usaha Perseroan ke seluruh Indonesia, Matahari melaksanakan hak
opsinya untuk membeli 2.631.580 (dua juta enam ratus tiga puluh satu ribu lima
ratus delapan puluh) saham PT Global Ecommerce Indonesia (GEI) atau
merepresentasikan 2,5% dari total saham GEI. Pada 16 Desember 2015, sehubungan
dengan kenaikan modal saham GEI yang telah ditempatkan dan disetor penuh, maka
saham GEI yang dimiliki oleh Perseroan terdilusi menjadi 1,99%. Pada tanggal 30
Desember 2015, Perseroan kembali melaksanakan hak opsi untuk membeli 4.404.700
(empat juta empat ratus empat ribu tujuh ratus) saham, sehingga total saham GEI
yang dimiliki Perseroan menjadi 7.036.200 atau 5,16% dari total saham GEI.
Pada 20 Januari 2016, Perseroan melaksanakan tambahan hak
opsi untuk membeli 7.864.075 (tujuh juta delapan ratus enam puluh empat ribu
tujuh puluh lima) saham GEI, menjadikan total saham yang dimiliki Perseroan
sebesar 10,33%. Saham tersebut kemudian terdilusi menjadi 10% setelah seluruh
pemegang hak opsi melaksanakan hak opsinya, sehingga per tanggal 29 Januari
2016, Perseroan memiliki 10% dari total saham GEI.
Tenggelamnya perusahaan ritel Matahari Department Store
Tak
selamanya bisnis online mendatangkan keuntungan yang besar dibanding offline.
Setidaknya inilah yang dialami PT Matahari Department Store Tbk. Laba bersih
Matahari Department Store anjlok 42,5 persen sepanjang 2018. Perusahaan yang
tercatat di papan bursa dengan kode emiten LPPF ini hanya berhasil meraup laba
bersih sebesar Rp1,1 triliun. Turun jauh dibanding keuntungan bersih 2017 yang
mencapai Rp1,91 triliun. Padahal di saat yang bersamaan, Matahari mampu meraup
penjualan kotor sebesar Rp17,9 triliun. Angka itu naik 2,1 persen dibanding
2017 yang senilai Rp17,5 triliun. Pendapatan bersih perusahaan juga tercatat
naik 2,2 persen menjadi Rp10,2 triliun sepanjang tahun lalu. Kenaikan ditopang
oleh pertumbuhan penjualan per gerai atau same store sales growth (SSSG)
sebesar 3,5 persen.
Matahari yang harus menutup dua gerainya di Pasaraya Manggarai dan Blok M. Plaza, Jakarta. Matahari menutup gerainya pada September lalu.
Matahari yang harus menutup dua gerainya di Pasaraya Manggarai dan Blok M. Plaza, Jakarta. Matahari menutup gerainya pada September lalu.
Hal ini dilakukan untuk sebuah strategi
lainnya menambah profit. Tutupnya dua gerai tersebut dapat mengurangi beban
biaya operasional dan mengalihkan pembeli ke gerai yang lebih berpotensial.
Seperti yang kita ketahui, Matahari telah
membuka situs onlinenya bernama Mataharimall.com. Harapannya, tingkat
penjualannya tetap bisa bersaing dengan e-commerce lainnya.
Keduanya beroperasi pada pertengahan 2015, dengan biaya
operasional Rp 30 sampai 40 miliar, tergantung luas lahannya. Sedangkan per
Juni 2017, keuntungan perusahaan meningkat 10,9 persen dibanding periode
yang sama di tahun sebelumnya.
ANALISA KELOMPOK
Seperti yang kita ketahui bahwa industri
ritel adalah industri yang memberikan sumbangsi yang cukup banyak bagi
perekonomian Indonesia.
Dikutip dari sindo news.com, Mendag mengungkapkan peran dan
kontribusi sektor ritel terhadap perekonomian nasional semakin besar. “Tidak
hanya memastikan hubungan timbal-balik antara produsen dan konsumen, namun juga
penyerapan tenaga kerja dan pertumbuhan ekonomi.
Menurut Badan Pusat Statistik (BPS) pada 2016, ritel memiliki kontribusi 15,24% terhadap total PDB dan menyerap tenaga kerja sebesar 22,4 juta atau 31,81% dari tenaga kerja non pertanian.
Menurut Badan Pusat Statistik (BPS) pada 2016, ritel memiliki kontribusi 15,24% terhadap total PDB dan menyerap tenaga kerja sebesar 22,4 juta atau 31,81% dari tenaga kerja non pertanian.
Industri ritel modern tanah
air tengah menghadapi tantangan dalam hal penjualan, pergeseran pola belanja
masyarakat berdampak pada penurunan penjualan gerai ritel modern.
Kurangnya inovasi yang di
lakukamn oleh bebrapa perusahaan ritel seperti 7Eleven & Matahari
Department Store, menyebabkan kedua perusahaan ritel ini menutup gerai- gerai
mereka. Matahari dept store memang telah melakukan inovasi seperti membuka
gerai secara online, namun hal tersebut juga tidak membuahkan hasil yang
signifikan, dikarenakan turunnya daya beli masyarakat Indonesia. Selain itu,
persaingan sudah sangat
gencar, kemudian muncul online, walaupun transaksi e-commerce di Indonesia
masih sebesar 1 persen dari total transaksi jual beli sektor ritel keseluruhan
di Indonesia.
Tercatat, hingga saat ini sudah ada beberapa pelaku usaha ritel yang menutup gerai usahanya akibat dari sisi pendapatan tak sesuai target perusahaan, diantaranya 7-Eleven, PT Matahari Department Store.
Tercatat, hingga saat ini sudah ada beberapa pelaku usaha ritel yang menutup gerai usahanya akibat dari sisi pendapatan tak sesuai target perusahaan, diantaranya 7-Eleven, PT Matahari Department Store.
BAB IV
PENUTUP
KESIMPULAN
Sunset
Industri merupakan industri yang telah mengalami kemunduran setelah melewati
masa kejayaan industri tersebut. Sunset industri saat ini merupakan hal yang
sangat ditakuit oleh setiap industri baik industri dalam negeri maupun luar
negeri. Saat ini banyak negara yang membuat kebijakan untuk melindungi industri
didalam negara tersebut agar tidak mengalami sunset industri. Sunset industri
banyak terjadi karena industri tidak melakukan inovasi untuk bersaing didalam
persaingan industri pada saat ini.
Pada zaman modern saat ini, inovasi
sangat dibutuhkan dalam sebuah industri untuk menjaga eksistensi industri
tersebut. Inovasi merupakan hal yang harus dimiliki dan dijaga oleh sebuah
industri karena hal tersebut yang dapat membantu industri saat sedang mengalami
sunset.
Salah
satu industri besar yang ada di Indonesia adalah industri ritel. Industri ritel diperkirakan tumbuh
10% pada tahun ini dibandingkan dengan tahun lalu. Jika pertumbuhan dua digit
itu terealisasi maka menjadi yang pertamakalinya sejak tiga tahun
silam. Namun walaupun industri ritel sedang mengalami kemajuan namun ada
beberapa perusahaan yang mengalami sunset.
Dari hasil pembahasan tentang perancangan
sunset industri , maka perusahaan 7- eleven dan Mataharin dept store mempunyai kesimpulan
:
a)
Daya
saing perusahaan 7- eleven sangat tinggi, sehingga tidak melihat prospek yang
sudah dihimbaukan oleh pemerintah
b)
Tidak
mampu membayar lagi lapak atau bangunan perusahaan, dikarenakan kerugian yang
begitu besar.
c)
Matahari
store tidak dapat bersaing dengan e-commerce, sehingga keuntungan perusahaan
pun menurun 40%
d)
Matahari
dept store tidak dapat membayar lagi kontrak sewa yang sudah habis atau masa
tenggang
SARAN
(pendapat kelompok kami) Dari suatu
perusahaan, dan jasa. Maka dapat di simpulkan bahwa, kelangsungan suatu
perusahaan dan jasa yang begitu meningkat, bisa saja berdampak buruk atau (Step
-Down.) maka dari itu jika perusahaan tidak melihat potensi amnesti pajak dan
persyaratan yang sudah di tinjau oleh pemerintah. meski pun peluang perusahan
sangat menguntungkan namun di sisi lain dihimbawkan bahwa perundang-undangan
sangat berlaku dimata kuasa hukum, dan tertutup nya perusahaan Seven 11
diakibatkan terlalu banyak pembukan cabang dimana-mana yang akhirnya berujung
pada penutupan lapak atau toko. akibat tidak bisa lagi membayar pajak bangunan
/ PBB.
