Minggu, 26 Mei 2019

Sunset Industri Kelompok 2 IBS







SUNSET INDUSTRI
TENGGELAMNYA INDUSTRI RITEL 7 ELEVEN & MATAHARI DEPARTMENT STORE






DISUSUN OLEH :
KELOMPOK 2
DAFFA PUTERA (20171111047)
DIMAS ADITYA (20171111064)
MIRAYATI G PIETER  (20171111044)
YUGA RAHMATAN (20171111073)




INDONESIA BANKING SCHOOL








 KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan yang maha esa, karena rahmat-Nya kelompok kami dapat menyelesaikan makalah ini dengan baik dan tepat waktu.
Kami juga berterimakasih kepada teman- teman kelompok dua yang sudah membantu dan memberikan ide- ide dalam penyusunan makalah ini.
Kami sadar makalah ini masih terdapat banyak kekurangan, namun kami berharap makalah ini dapat menambah pengetahuan bagi pembaca. Serta kami juga mengharapkan kritik dan saran yang membangun demi terciptanya makalah yang lebih baik kedepannya.










Jakarta, 03 mei 2019











DAFTAR ISI

COVER ………………………………………………………………………………
KATA PENGANTAR………………………………………………………………..
DAFTAR ISI…………………………………………………………………………
ABSTRAK…………………………………………………………………………...
BAB I PENDAHULUAN
Latar belakang masalah….……..…………………………………………………….
Rumusan masalah…………………………………………………………………….
Tujuan ………………………………………………………………………………..
BAB II LANDASAN TEORI
Pengertian industri……………………………………………………………………
Pengertian industri ritel………………………………………………………………
Tujuan dan fungsi industri ritel………………………………………………………
Dampak revolusi industri 4.0 terhadap industri ritel…………………………………
Pengertian sunset industri…………………………………………………………….
Ciri- ciri sunset industri………………………………………………………………
Faktor- faktor penyebab sunset industri………………………………………………
BAB III PEMBAHASAN
Profil perusahaan 7-Eleven……………………………………………………………
Tenggelamnya perusahaan ritel 7-Eleven……………………………………………..
Profil perusahaan Matahari Dept Store………………………………………………..
Tenggelamnya perusahaan ritel Marahari Dept Store…………………………………
Analisa kelompok……………………………………………………………………...
BAB IV PENUTUP
Kesimpulan…………………………………………………………………………….
Daftar pustaka………………………………………………………………………….



ABSTRAK


Sunset Industry is an industry that has experienced a setback after passing the heyday of the industry. Sunset industry today is something that is highly sought after by every industry, both domestic and foreign industries. At present many countries are making policies to protect industries within the country so that they do not experience a sunset industry. Industrial Sunset often occurs because the industry does not innovate to compete in the current industrial competition.
In today's modern era, innovation is needed in an industry to maintain the existence of the industry. Innovation is something that must be owned and maintained by an industry because it can help the industry while experiencing a sunset.
7 Eleven and Matahari department stores are examples of retail stores that are experiencing a sunset. 7Eleven is a retail store that used to be the favorite in Indonesia. At that time 7Eleven had quite a lot of branches and spread almost in all major cities in Indonesia. 7Eleven is a retail store that sells daily necessities. Until 2016, 7Eleven closed all retail store outlets throughout Indonesia because they suffered such huge losses.
Matahari department store experienced almost the same as 7Eleven, but the sun still opened its retail store outlets to date, but the sun has closed its two large retail stores, namely in Pasaraya Blok M and Pasaraya Manggarai. Matahari is unable to compete with online retail stores. Matahari had made innovations but could not compete with online retailing.
7 Eleven and Matahari have almost the same problem, namely about innovation and competition in a very tight industry. People today prefer online shopping compared to retail store outlets.
           










BAB I
PENDAHULUAN


1. LATAR BELAKANG
Sunset Industri merupakan industri yang telah mengalami kemunduran setelah melewati masa kejayaan industri tersebut. Sunset industri saat ini merupakan hal yang sangat ditakuit oleh setiap industri baik industri dalam negeri maupun luar negeri. Saat ini banyak negara yang membuat kebijakan untuk melindungi industri didalam negara tersebut agar tidak mengalami sunset industri. Sunset industri banyak terjadi karena industri tidak melakukan inovasi untuk bersaing didalam persaingan industri pada saat ini.
            Pada zaman modern saat ini, inovasi sangat dibutuhkan dalam sebuah industri untuk menjaga eksistensi industri tersebut. Inovasi merupakan hal yang harus dimiliki dan dijaga oleh sebuah industri karena hal tersebut yang dapat membantu industri saat sedang mengalami sunset.
Salah satu industri besar yang ada di Indonesia adalah industri ritel.  Industri ritel diperkirakan tumbuh 10% pada tahun ini dibandingkan dengan tahun lalu. Jika pertumbuhan dua digit itu terealisasi maka menjadi yang pertamakalinya sejak tiga tahun silam. Namun walaupun industri ritel sedang mengalami kemajuan namun ada beberapa perusahaan yang mengalami sunset.
            Perusahaan-perusahaan yang mengalami sunset tersebut adalah 7-Eleven dan Matahari Dept Store. Kelompok kami memilih 2 perusahaan ini karena kedua perusahaan tersebut telah mengalami sunset.




II. Rumusan masalah
1.  Apa pengertian industri?
2.  Apa pengertian industri ritel?
3.  Apa tujuan dan fumgsi industrri ritel?
4.  Apa saja jenis- jenis industri ritel?
5.  Apakah industri ritel akan terdampak revolusi industri 4.0?
6.  Apa pengertian sunset industri?
7.  Apa saja ciri-ciri sunset industri?
8.  Penyebab terjadinya sunset industri?
9.  Apa penyebab bangkrutnya perusahaan 7-Eleven?
10. Apa penyebab bangkrutnya perusahaan Matahari Dept Store?


III. Tujuan
1.  Memberikan pengertian industri
2.  Menjelaskan apa pengertian dari industri ritel
3.  Menjelaskan tujuan dan fungsi dari industri ritel
4.  Menjelaskan apa saja jenis- jenis industri ritel
5.  Memberi tahu apakah industri ritel terdampak revolusi industri 4.0
6.  Memberikan pengertian tentang sunset industri
7.  Memberi tahu apa saja ciri-ciri sunset industri
8.  Memberi tahu apa saja penyebab sunset industri
9.  Memberi tahu apa saja penyebab bangkrutnya perusahaan 7-Eleven
10. Memberi tahu apa saja penyebab bangkrutnya perusahaan Matahari Dept Store





BAB II
LANDASAN TEORI

Pengertian industri  
Menurut UU No. 3 Tahun 2014, Pengertian Industri adalah seluruh bentuk dari kegiatan ekonomi yang mengelolah bahan baku dan atau memanfaatkan sumber daya industri, sehingga dapat menghasilkan barang yang memiliki nilai tambah atau manfaat yang lebih tinggi, termasuk juga jasa industri.
Dari definisi industri yang diungkapkan di atas, maka dapat disimpulkan bahwa Pengertian Industri
 adalah suatu usaha atau kegiatan pengelolaan bahan mentah atau barang setengah jadi menjadi barang jadi yang memiliki nilai tambah guna mendapatkan keuntungan. Usaha perakitan atau assembling dan juga reparasi merupakan bagian dari industri. Hasil dari industri ini tidak hanya berupa barang, akan tetapi juga dalam bentuk jasa.

Pengertian industri ritel
Pengecer atau penjualan eceran atau dikenal dengan istilah ritel adalah kegiatan bisnis perdagangan (penjualan barang atau jasa) yang langsung disalurkan kepada konsumen akhir untuk digunakan sebagai kebutuhan pribadi, keluarga atau keperluan rumah tangga bukan untuk dijual kembali. Pengecer merupakan perantara dalam sistem saluran pemasaran, dimana pengecer mendapatkan barang dari produsen dan atau pedagang besar yang kemudian menjualnya kepada konsumen akhir.

Tujuan dan Fungsi Penjualan Eceran (Ritel)

Perdagangan eceran melakukan aktivitas pengemasan menjadi bagian yang lebih kecil, menyimpan persediaan, menyediakan jasa agar pelanggan dapat memperoleh barang dengan mudah. Tujuan penjualan eceran (ritel) antara lain adalah sebagai berikut (Weits dkk, 2007:4):
  1. Menciptakan tersedianya pilihan akan kombinasi sesuai dengan yang diinginkan oleh konsumen. 
  2. Memberikan penawaran produk dan jasa pelayanan dalam unit yang cukup kecil sehingga memungkinkan para konsumen memenuhi kebutuhannya. 
  3. Menyediakan pertukaran nilai tambah dari produk (ready exchange of value).
  4. Mengadakan transaksi dengan para konsumen-nya.
Sedangkan menurut Sudjana (2005:117), terdapat empat tujuan perdagangan eceran atau retail, yaitu sebagai berikut:
  1. Perantara antara distributor dengan konsumen akhir. 
  2. Penghimpunan berbagai kategori jenis barang yang menjadi kebutuhan konsumen. 
  3. Tempat rujukan untuk mendapatkan barang yang dibutuhkan konsumen.
  4. Penentu eksistensi barang dari manufaktur di pasar konsumen.
Adapun fungsi perdagangan eceran atau ritel menurut Utami (2008:8-9) adalah sebagai berikut:
  1. Menyediakan berbagai jenis produk dan jasa. Konsumen selalu mempunyai pilihan sendiri terhadap berbagai jenis produk dan jasa. Untuk itu, dalam fungsinya sebagai peritel, mereka berusaha menyediakan beraneka ragam produk dan jasa yang dibutuhkan konsumen. 
  2. Memecah (breaking bulk). Memecah (breaking bulk) di sini berarti memecah beberapa ukuran produk menjadi lebih kecil, yang akhirnya menguntungkan produsen dan konsumen.
  3. Penyimpan persediaan. Fungsi utama ritel adalah mempertahankan persediaan yang sudah ada, sehingga produk akan selalu tersedia saat konsumen menginginkannya. 
  4. Penyedia jasa. Dengan adanya ritel, maka konsumen akan mendapat kemudahan dalam mengkonsumsi produk-produk yang dihasilkan produsen. 
  5. Meningkatkan nilai produk dan jasa. Dengan adanya beberapa jenis barang atau jasa, maka untuk suatu aktivitas pelanggan dapat ditingkatkan manfaat yang diperoleh oleh pelanggan dari nilai yang diperoleh dari produk/jasa tersebut

Jenis-jenis Penjualan Eceran (Ritel)

Pedangan eceran yang memiliki toko atau disebut pengecer toko (Store Retailers), dibagi menjadi beberapa jenis, antara lain sebagai berikut (Kotler dan Armstrong, 2003:216):
  1. Toko Barang Khusus (Specialty Store). Lini produk yang sempit dengan keragaman yang dalam. Toko pakaian adalah toko lini tunggal; toko pakaian pria adalah toko lini terbatas; dan toko kemeja pesanan pria adalah toko yang sangat khusus.
  2. Toko Serba Ada (Departement Store). Beberapa lini produk, biasanya pakaian, perlengkapan rumah dan barang kebutuhan keluarga dengan masing-masing lini yang ditempatkan sebagai bagian tersendiri yang dikelola pembeli khusus atau pedagang khusus.
  3. Pasar Swalayan (Supermarket). Usaha yang relatif besar, berbiaya rendah, bermarjin rendah, bervolume tinggi, swalayan yang dirancang untuk melayani semua kebutuhan untuk makanan, sarana mencuci, dan produk-produk keluarga. 
  4. Toko Kenyamanan (Convenience Store). Toko yang relatif kecil dan terletak dekat daerah pemukiman, menjual lini terbatas produk-produk kenyamanan dengan tingkat perputaran yang tinggi dan harga yang sedikit lebih tinggi. 
  5. Toko Diskon (Discount Store). Barang dagangan standar yang dijual dengan harga yang lebih murah, dengan marjin yang lebih rendah dan volume yang lebih tinggi. 
  6. Pengecer Potongan Harga (Off-Price Retailer). Barang dagangan yang dibeli di bawah harga pedagang besar biasa dan dijual di bawah harga eceran. 
  7. Gerai Pabrik (Factory Outlet). Dimiliki dan dijalankan produsen dan biasanya menjual barang-barang yang berlebihan, tidak diproduksi lagi, atau tidak biasa.
  8. Pengecer potongan harga independen (Independent off-price retailer). Dimiliki dan dijalankan pengusaha atau divisi perusahaan eceran yang lebih besar. 
  9. Klub gudang atau klub pedagang besar (warehouse clubs atau wholesale clubs). Menjual pilihan terbatas jenis produk kebutuhan pokok, perlengkapan rumah tangga, pakaian bermerek dan berbagai jenis barang lain dengan diskon yang sangat besar bagi anggota-anggota yang membayar iuran keanggotaan tahunan. 
  10. Toko Besar (Superstore). Ruang penjualan sekitar 35.000 kaki persegi yang ditujukan untuk memenuhi seluruh kebutuhan konsumen untuk jenis produk makanan dan non-makanan yang dibeli rutin. 
  11. Toko Kombinasi (Combination stores). Toko gabungan makanan dan obat yang memiliki ruang penjualan rata-rata 55.000 kaki persegi. 
  12. Hiperpasar (Hypermarkets). Berkisar antara 80.000 hingga 220.000 kaki persegi dan menggabungkan pasar swalayan, toko diskon, dan eceran gudang. 
  13. Ruang Pameran Katalog. Pilihan yang sangat banyak barang-barang berharga tinggi, mengalami perputaran cepat, dan bermerek dengan harga diskon.
Dampak revolusi indusrti 4.0 bagi industri ritel
Gelombang revolusi industri 4.0 membawa dampak besar bagi industri ritel di Indonesia, salah satunya soal masalah pemutusan hubungan kerja (phk).
perubahan konsumsi dan belanja masyarakat yang mengandalkan e-commerce juga memberikan dampak terhadap industri ritel. Merespons tren tersebut, bisnis ritel akan tetap membuka gerai, salah satunya dengan cara mengefisienkan ruang di tiap gerai yang disesuaikan dengan jumlah pegawai. Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal mengatakan, mulai 2019 industri ritel terancam terkena dampak terjangan revolusi industri 4.0 yang mengakibatkan PHK secara masif.

Pengertian sunset industri
Sunset Industri merupakan industri yang telah mengalami kemunduran setelah melewati masa kejayaan industri tersebut. Sunset industri saat ini merupakan hal yang sangat ditakuit oleh setiap industri baik industri dalam negeri maupun luar negeri. Saat ini banyak negara yang membuat kebijakan untuk melindungi industri didalam negara tersebut agar tidak mengalami sunset industri. Sunset industri banyak terjadi karena industri tidak melakukan inovasi untuk bersaing didalam persaingan industri pada saat ini.





13 Ciri-Ciri sunset industri
1.  Perusahaan Terlihat Kesulitan
Biasanya ada beberapa jenis perusahaan yang menyatakan kesulitan dan kesusahannya secara gamblang dan terang-terangan. Kesusahan dan kesulitan yang dialami oleh perusahaan ini akan berdampak kepada pemangkasan dan pemotongan biaya sekaligus gaji para karyawan. Bahkan tanda-tanda tidak langsung akan kesulitan yang dialami beberapa perusahaan besar akan terlihat dengan adanya kabar dan isu dan bahkan menurunya harga saham mereka yang menjadi dampak dari semua hal tersebut. Jika beberapa tanda ini telah terlihat, maka sebaiknya mencari berbagai alternatif jalan keluar agar tidak meluas permasalahan dan kesulitan bisa teratasi.
2.  Penurunan Proses Industri
Sebuah perusahaan akan selalu mengalami sebuah masalah atau kendala yang akan menghabat usaha mereka. Karena ada saja metode atau pesaing baru yang akan mengalahkan pesona mereka tentunya. Namun, sebuah perusahaan yang baik akan tetap bertahan dan mencari solusi atas segala permasalahan mereka. Dan cici-ciri perusahaan akan bangkrut lainnya adalah adanya penurunan jumlah dari sektor produksi. Bahkan kegagalan tersebut akan bertambah parah ketika pihak manajemen telah ikut menyarankan bahwa kondisi akan segera stabil dan membaik. Karena biasanya hal ini membuktikan mereka sedang berusa meyakinkan agar usaha dapat berkembang dengan baik.
3.  Menggunakan Jasa Konsultan
Cici-ciri lain yang bisa menyeret kesimpulan bahwa sebuah perusahaan akan mengalami kebangkrutan adalah dengan adanya bantuan dari ahli efisiensi dan konsultan management. Ini menandakan bahwa pihak perusahaan memang membutuhkan sebuah bantuan agar perusahaan tersebut dapat berjalan dengan lancar. Mulailah mengalami kekhawatiran ketika pihak konsultan mulai menanai beberapa pertanyaan penting. Ini merupakan sebuah proses dimana mereka sedang mencari letak kesalahan dan menemukan jalan keluar.
4.  Adanya Rekrutasi Secara Mendadak
Biasanya perusahaan yang terancam bangkrut akan melakukan rekrutasi secara besar-besaran dan mendadak. Akan ada pimpinan baru yang akan menghandle setiap aktifitas penting di dalam industri tersebut. Karena pergantian atau rekrutasi secara mendadak adalah langkah awal antisipasi piha manajemen daam mempertahankan perusahaan dari berbagai kendala atau sebuah keadaan terburuk yaitu kebangkrutan.
5.  Pengurangan Karyawan Untuk Alih Daya
Hal lain yang biasanya di lakukan sebuah perusahaan yang terancam bangkrut adalah dengan cara memberhentikan atau memPHK karyawan mereka guna menghemat pengeluaran biaya. Biasanya karyawan yang rentan akan pemecatan sebelah pihak ini adalah para karyawan senior yang memiliki gaji relatif lebih tinggi dari para karyawan biasa. Hal ini bisa menyeimbangan kondisi keuangan perusahaan dan menjadi alternatif cara bangkit dari kebangkrutan usaha.
6.  Penurunan Ukuran Kantor
Pernahkan anda mengalami fenomena dimana sebuah perusahaan melakukan pemindahan tempat kerja yang jauh lebih minimalis daripada kantor lama mereka? Ya, ini adalah satau ciri-cii dimana perusahaan tersebut sedang terkendalam dalam masalah financial. Boleh jadi mereka sedang benar-benar mengalami kesusahan hinga sangat terpaksa untuk melakukan pemindahan kantor demi pemangkasan sebuah biaya dan menstabilkan kembali keuangan paerusahaan.
7.  Adanya Pembelian atau Take Over Pihak Lain
Untuk mengurangi kompetisi, biasanya beberapa perusahan maju dan besar akan membeli sejumlah perusahaan kecil lainnya, dengan tujuan utama untuk mengurangi jumlah kompetitor. Perusahaan yang telah di beli tentunya tidak lagi bisa bersaing dan menjadi kompetitor berbobot. Sayangnya semua manajemen baru kerap kali elakukan kegiatan dan standarisasi pengeluaran yang berbeda dengan manajemen perusahaan sebelumnya.
8.  Pemotongan Biaya Secara Dadakan
Biasanya pihak perusahaan yang sedang mengalami kesulitan financial akan memotong sebisa mungkin semua anggaran yang dianggap tidak perlu atau tidak dibutuhkan. Jika semua biaya seperti biaya lembur, biaya akan siang, biaya jalan-jalan dan bahkan beberapa biaya penting seperti anggaran gaji terpotong maka ini merupakan salah sau tanda jelas ketika sebuah perusahaan mengalami kebangkrutan.


9.  Banyak Masalah Terbengkalai
Ketika perusahaan mengalami kegagalan dalam keuangan maka banyak hal yang akan menjadi kendala. Salah satu tanda paling nyata adalah adanya beragam masalah yang tiba-tiba tidak bisa di selesaikan atau mengalami penundaan keputusan. Pihak atasan dan manajemen perusahaan yang gagal akan lebih sulit memutuskan berbagai persoalan penting. Bahkan tak jarang banyak proyek-proyek besar dan penting yang mengalami kesulitan hingga di batalkan.
10. Penurunan Cash Flow
Adanya tingkat penjualan yang rendah akan mempengaruhi masalah cash flow. Biasanya penjualan akan mengalami penurunan hingga perusahan memiliki masalah financial hingga tak sanggup lagi menyaingi kompetitor dan pihak perusahaan akan benar-benar mengalami kesulitan dalam mengelola keuangan mereka. Bahkan biaya produksi akan sangat sulit tertutupi oleh angka penjualan.
11. Pinjaman Pihak Ketiga Yang Sangat Besar
Dampak dari penurunan cash flow sebuah perusahaan akan menyebabkan mereka melakukan peminjaman pada pihak ketiga dengan angka yang relatif besar. Ini dilakukan sebagai upa menstabilkan kembali kondisi perusahaan yang sedang terancam dan berusaha memperbaikinya. Hanya saja, tak jarang pihak manajemen perusahaan kembali kewalahan dalam angsuran bunga yang tak kecil.
12. Penjualan Beragam Aset Penting
Aset merupakan benda berharga yang dimiliki oleh perusahaan. Namun, ketika terancam bangkrut maka tak jarang keputusan dalam menjal aset tersebut adalah jalan keluar lain yang dilakukan pihak perusahaan untuk mencoba mempertahankan kelangsungan industri mereka. Ini biasanya di lakukan demi menstabilkan keuangan atau bahkan untuk biaya pemayaran hutang di pihak ketiga.
13. Mundurnya Para petinggi Perusahaan
Biasanya para petinggi dan memiliki perananan penting dalam perkembangan sebuah perusahaan. Jadi jika mereka sudah mundur boleh jadi ini sebuah pertanda dimana kebangkrutan akan segera terlaksana. Apalagi jika mereka mundur secara massal dan tidak lagi membantu daam perkembangan perusahaan tersebut

10 Faktor Penyebab terjadinya sunset industri

1.  Rencana bisnis kurang matang
Dalam membangun perusahaan, Anda harus membuat rencana bisnis yang matang. Sebab perencanaan bisnis kurang memadai akan membuat eksekusi menjadi buruk.Namun dengan adanya rencana yang baik, kegiatan operasional dapat berjalan lebih lancar dan teratur. Sehingga bisnis pun bisa berkembang dan mencapai tujuannya secara tepat.
2.  Strategi kurang efektif
Kesalahan dalam strategi pemasaran akan membuat perusahan sulit mencapai target. Seperti riset pasar yang tidak tepat, harga yang terlalu mahal, iklan promosi yang kurang menarik, dan lain-lain.Maka dari itu, Anda harus berhati-hati dalam menyiapkan dan menjalankan strategi pemasaran. Jika Anda kurang paham, Anda bisa menggunakan jasa konsultan pemasaran untuk mendapatkan bantuan.
3.  Tidak memahami kebutuhan konsumen
Perilaku konsumen terus berubah-ubah seiring berjalannya waktu. Kebutuhan konsumen pada tahun ini belum tentu sama pada tahun depan.Jika Anda sampai gagal memahami apa yang diinginkan konsumen, produk atau layanan yang Anda tawarkan akan sia-sia dan tidak diterima oleh target pasar. Akibatnya, tingkat penjualan pun akan terus merosot.
4.  Tidak melakukan inovasi
Perubahan zaman terjadi begitu cepat karena hadirnya internet dan perkembangan teknologi yang semakin modern. Makanya, Anda perlu beradaptasi dengan melakukan inovasi.Namun, jika Anda tidak berani atau lambat berinovasi, perusahaan Anda akan ketinggalan. Produk dan layanan Anda menjadi kurang relevan dan sesuai dengan kebutuhan pasar.
5.  Tidak mampu menyaingi competitor
Persaingan bisnis semakin hari semakin ketat. Pesaing Anda akan terus bertambah dan membuat Anda semakin kesulitan untuk merebut pasar.Jika Anda tidak mampu bersaing, perusahaan akan merugi karena banyak konsumen yang beralih kepada kompetitor. Akhirnya, cepat atau lambat, perusahaan Anda tidak akan mampu lagi bertahan.
6.  Terburu-buru dalam mengembangkan bisnis
Memang Anda perlu mengembangkan bisnis supaya perusahaan Anda semakin maju. Misalnya, membuka cabang bisnis yang baru atau menambah produk yang baru.Namun, Anda perlu merencanakannya dengan tepat dan penuh pertimbangan. Sebab jika Anda terlalu terburu-buru disaat perusahaan belum siap, yang terjadi malah Anda akan kelabakan dalam mengelola semuanya.
7.  Manajemen keuangan yang buruk
Keuangan merupakan urusan yang sangat krusial yang harus diperhatikan dengan serius. Jika tidak, perusahaan akan mengalami ketidakstabilan modal dan hutang piutang yang terlalu besar.Akibatnya, keuntungan semakin minim, bahkan mengalami kerugian secara terus-menerus. Dalam jangka panjang, perusahaan pun bisa pailit dan menutup bisnisnya selamanya.
8.  SDM yang kurang berkualitas
Hati-hati dalam mempekerjakan karyawan karena SDM yang buruk dapat membuat perusahaan bangkrut. Makanya, Anda harus selektif dalam memilih orang-orang yang bekerja di perusahaan Anda.Pastikan Anda membentuk tim yang dapat diandalkan dalam menyelesaikan semua pekerjaan secara profesional. Sehingga performa bisnis Anda bisa selalu maksimal.
9.  Kepemimpinan yang salah
Perusahaan bangkrut bisa saja disebabkan oleh kepemimpinan yang salah. Mungkin karena Anda sendiri selaku pemilik perusahan yang tidak pandai dalam memimpin tim Anda.Maka dari itu, teruslah melatih kemampuan kepemimpinan Anda. Jadilah pemimpin yang bijaksana dalam mengambil sikap dan memperlakukan tim Anda di kantor.
10. Kondisi ekonomi global yang tidak stabil
Kondisi perekonomian dunia yang sedang tidak stabil dapat menyebabkan penurunan ekonomi di Indonesia. Akibatnya, daya beli masyarakat ikut menurun, karena konsumen cenderung menghemat uangnya.Dampaknya, pemasukan perusahaan tentu juga menurun. Jika terjadi dalam waktu yang lama, bisa saja membuat Anda terpaksa untuk menutup perusahaan Anda.











BAB III
PEMBAHASAN
Profil perusahaan 7-Eleven
Gerai 7-Eleven (Sevel) telah hadir di Jakarta sejak tahun 2009 lalu. Waralaba yang berbasis di Dallas, Texas, Amerika Serikat itu dikelola oleh PT Modern Putra Indonesia (MPRI).Di tahun 2009 7-Eleven baru memiliki gerai 1 unit. Kemudian bertambah cukup signifikan di tahun 2010 menjadi 21 unit. Di tahun 2011, jumlah gerai kembali bertambah menjadi 57 unit dan naik lagi di tahun 2012 menjadi 117 unit. Di tahun 2013, gerai 7-Eleven kembali bertambah menjadi 150 unit. Bahkan 7-Eleven membuka gerai di sejumlah pusat bisnis dan stasiun. Puncaknya terjadi di tahun 2014 di mana 7-Eleven memiliki 190 unit.
Tenggelamnya perusahaan ritel 7Eleven
            Pada tahun 2015 jumlah gerai yang dimiliki 7-Eleven susut 2 unit menjadi 188 unit. Hal tersebut berlanjut di tahun 2016 lalu, jumlah gerai 7-Eleven kembali susut menjadi 175 unit.
Pada tahun 2015 juga pemerintah melarang penjualan minuman beralkohol melalui Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 6 tahun 2015 tentang Pengendalian dan Pengawasan Terhadap Pengadaan, Peredaran, dan Penjualan Minuman Beralkohol.
Susutnya jumlah gerai 7-Eleven mempengaruhi kinerja induk perusahaan 7-Eleven, PT Modern International Tbk (MDRN). Di kuartal III-2016, penjualan MDRN anjlok 31 persen dari Rp 962,80 miliar menjadi Rp 660,67 miliar.
Sementara itu di sepanjang tahun lalu, perseroan juga mengalami kerugian Rp 162,02 miliar. Padahal di tahun 2015, MDRN memperoleh laba Rp 11,77 miliar. Nilai ekuitas perusahaan juga turun dari Rp 1,2 triliun menjadi Rp 1,1 triliun. Begitu juga nilai aset turun dari Rp 2,4 triliun menjadi Rp 2,3 triliun.

Profil perusahaan Matahari Department Store
            Sedangkan PT Matahari Department Store Tbk (“Matahari” atau “Perseroan”) memiliki sejarah yang panjang dalam dunia ritel Indonesia. Memulai perjalanan pada tanggal 24 Oktober 1958 dengan membuka gerai pertamanya berupa toko fashion anak-anak di daerah Pasar Baru Jakarta, Matahari melangkah maju dengan membuka department store modern pertama di Indonesia pada tahun 1972. Sejak itu Matahari telah menjadikan dirinya sebagai merek asli nasional.

Sampai saat ini mengoperasikan 155 gerai yang tersebar di 74 kota di seluruh Indonesia, dengan luas ruang hampir satu juta meter persegi dan telah mengembangkan kehadirannya dalam dunia online melalui MatahariStore.com.
Dengan perjalanan usaha yang telah dibangun selama 60 tahun, Matahari senantiasa menyediakan pilihan fashion dengan trend terkini untuk kategori pakaian dan mode, serta produk-produk kecantikan dan barang-barang keperluan rumah tangga lainnya yang ditampilkan dalam gerai modern serta Matahari.com. Matahari sangat bangga atas dukungannya terhadap perekonomian Indonesia dengan mempekerjakan lebih dari 40.000 karyawan dan berpartner dengan sekitar 850 pemasok lokal serta pemasok
internasional.
Menyadari potensi perdagangan elektronik / e-commerce untuk memperluas usaha Perseroan ke seluruh Indonesia, Matahari melaksanakan hak opsinya untuk membeli 2.631.580 (dua juta enam ratus tiga puluh satu ribu lima ratus delapan puluh) saham PT Global Ecommerce Indonesia (GEI) atau merepresentasikan 2,5% dari total saham GEI. Pada 16 Desember 2015, sehubungan dengan kenaikan modal saham GEI yang telah ditempatkan dan disetor penuh, maka saham GEI yang dimiliki oleh Perseroan terdilusi menjadi 1,99%. Pada tanggal 30 Desember 2015, Perseroan kembali melaksanakan hak opsi untuk membeli 4.404.700 (empat juta empat ratus empat ribu tujuh ratus) saham, sehingga total saham GEI yang dimiliki Perseroan menjadi 7.036.200 atau 5,16% dari total saham GEI.
Pada 20 Januari 2016, Perseroan melaksanakan tambahan hak opsi untuk membeli 7.864.075 (tujuh juta delapan ratus enam puluh empat ribu tujuh puluh lima) saham GEI, menjadikan total saham yang dimiliki Perseroan sebesar 10,33%. Saham tersebut kemudian terdilusi menjadi 10% setelah seluruh pemegang hak opsi melaksanakan hak opsinya, sehingga per tanggal 29 Januari 2016, Perseroan memiliki 10% dari total saham GEI.
Tenggelamnya perusahaan ritel Matahari Department Store

Tak selamanya bisnis online mendatangkan keuntungan yang besar dibanding offline. Setidaknya inilah yang dialami PT Matahari Department Store Tbk. Laba bersih Matahari Department Store anjlok 42,5 persen sepanjang 2018. Perusahaan yang tercatat di papan bursa dengan kode emiten LPPF ini hanya berhasil meraup laba bersih sebesar Rp1,1 triliun. Turun jauh dibanding keuntungan bersih 2017 yang mencapai Rp1,91 triliun. Padahal di saat yang bersamaan, Matahari mampu meraup penjualan kotor sebesar Rp17,9 triliun. Angka itu naik 2,1 persen dibanding 2017 yang senilai Rp17,5 triliun. Pendapatan bersih perusahaan juga tercatat naik 2,2 persen menjadi Rp10,2 triliun sepanjang tahun lalu. Kenaikan ditopang oleh pertumbuhan penjualan per gerai atau same store sales growth (SSSG) sebesar 3,5 persen.

Matahari yang harus menutup dua gerainya di Pasaraya Manggarai dan Blok M. Plaza, Jakarta. Matahari menutup gerainya pada September lalu.
Hal ini dilakukan untuk sebuah strategi lainnya menambah profit. Tutupnya dua gerai tersebut dapat mengurangi beban biaya operasional dan mengalihkan pembeli ke gerai yang lebih berpotensial.
Seperti yang kita ketahui, Matahari telah membuka situs onlinenya bernama Mataharimall.com. Harapannya, tingkat penjualannya tetap bisa bersaing dengan e-commerce lainnya.
Keduanya beroperasi pada pertengahan 2015, dengan biaya operasional Rp 30 sampai 40 miliar, tergantung luas lahannya. Sedangkan per Juni 2017, keuntungan perusahaan meningkat 10,9 persen dibanding periode yang sama di tahun sebelumnya.
ANALISA KELOMPOK
Seperti yang kita ketahui bahwa industri ritel adalah industri yang memberikan sumbangsi yang cukup banyak bagi perekonomian Indonesia.
Dikutip dari sindo news.com, Mendag mengungkapkan peran dan kontribusi sektor ritel terhadap perekonomian nasional semakin besar. “Tidak hanya memastikan hubungan timbal-balik antara produsen dan konsumen, namun juga penyerapan tenaga kerja dan pertumbuhan ekonomi.

Menurut Badan Pusat Statistik (BPS) pada 2016, ritel memiliki kontribusi 15,24% terhadap total PDB dan menyerap tenaga kerja sebesar 22,4 juta atau 31,81% dari tenaga kerja non pertanian.
Industri ritel modern tanah air tengah menghadapi tantangan dalam hal penjualan, pergeseran pola belanja masyarakat berdampak pada penurunan penjualan gerai ritel modern.
Kurangnya inovasi yang di lakukamn oleh bebrapa perusahaan ritel seperti 7Eleven & Matahari Department Store, menyebabkan kedua perusahaan ritel ini menutup gerai- gerai mereka. Matahari dept store memang telah melakukan inovasi seperti membuka gerai secara online, namun hal tersebut juga tidak membuahkan hasil yang signifikan, dikarenakan turunnya daya beli masyarakat Indonesia. Selain itu,

persaingan sudah sangat gencar, kemudian muncul online, walaupun transaksi e-commerce di Indonesia masih sebesar 1 persen dari total transaksi jual beli sektor ritel keseluruhan di Indonesia. 

Tercatat, hingga saat ini sudah ada beberapa pelaku usaha ritel yang menutup gerai usahanya akibat dari sisi pendapatan tak sesuai target perusahaan, diantaranya 7-Eleven, PT Matahari Department Store.

BAB IV
PENUTUP
KESIMPULAN
Sunset Industri merupakan industri yang telah mengalami kemunduran setelah melewati masa kejayaan industri tersebut. Sunset industri saat ini merupakan hal yang sangat ditakuit oleh setiap industri baik industri dalam negeri maupun luar negeri. Saat ini banyak negara yang membuat kebijakan untuk melindungi industri didalam negara tersebut agar tidak mengalami sunset industri. Sunset industri banyak terjadi karena industri tidak melakukan inovasi untuk bersaing didalam persaingan industri pada saat ini.
            Pada zaman modern saat ini, inovasi sangat dibutuhkan dalam sebuah industri untuk menjaga eksistensi industri tersebut. Inovasi merupakan hal yang harus dimiliki dan dijaga oleh sebuah industri karena hal tersebut yang dapat membantu industri saat sedang mengalami sunset.
Salah satu industri besar yang ada di Indonesia adalah industri ritel.  Industri ritel diperkirakan tumbuh 10% pada tahun ini dibandingkan dengan tahun lalu. Jika pertumbuhan dua digit itu terealisasi maka menjadi yang pertamakalinya sejak tiga tahun silam. Namun walaupun industri ritel sedang mengalami kemajuan namun ada beberapa perusahaan yang mengalami sunset.
Dari hasil pembahasan tentang perancangan sunset industri , maka perusahaan 7- eleven  dan Mataharin dept store mempunyai kesimpulan :
a)      Daya saing perusahaan 7- eleven sangat tinggi, sehingga tidak melihat prospek yang sudah dihimbaukan oleh pemerintah
b)      Tidak mampu membayar lagi lapak atau bangunan perusahaan, dikarenakan kerugian yang begitu besar.
c)      Matahari store tidak dapat bersaing dengan e-commerce, sehingga keuntungan perusahaan pun menurun 40% 
d)      Matahari dept store tidak dapat membayar lagi kontrak sewa yang sudah habis atau masa tenggang

SARAN
(pendapat kelompok kami) Dari suatu perusahaan, dan jasa. Maka dapat di simpulkan bahwa, kelangsungan suatu perusahaan dan jasa yang begitu meningkat, bisa saja berdampak buruk atau (Step -Down.) maka dari itu jika perusahaan tidak melihat potensi amnesti pajak dan persyaratan yang sudah di tinjau oleh pemerintah. meski pun peluang perusahan sangat menguntungkan namun di sisi lain dihimbawkan bahwa perundang-undangan sangat berlaku dimata kuasa hukum, dan tertutup nya perusahaan Seven 11 diakibatkan terlalu banyak pembukan cabang dimana-mana yang akhirnya berujung pada penutupan lapak atau toko. akibat tidak bisa lagi membayar pajak bangunan / PBB.






Tidak ada komentar:

Posting Komentar